Vaksin Pencegah Kolera

Kolera (juga disebut Asiatic cholera) adalah penyakit menular di saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakterium Vibrio cholerae. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi oleh sanitasi yang tidak benar atau dengan memakan ikan yang tidak dimasak benar, terutama kerang. Gejalanya termasuk diare, perut keram, mual, muntah, dan dehidrasi. Kematian biasanya disebabkan oleh dehidrasi. Kalau dibiarkan tak terawat, maka penderita berisiko kematian tinggi. Perawatan dapat dilakukan dengan rehidrasi agresif "regimen", biasanya diberikan secara intravena secara berkelanjutan sampai diare berhenti. (wikipedia) / butuhsehat

Vaksinasi Kolera

vaksinasi kolera

Vaksin kolera (oral) mengandung strain Inaba yang diinaktivasi (termasuk biotipe El-Tor) dan strain Ogawa dari Vibrio cholerae serogrup O1 dan juga mengandung subunit B dari toksin kolera rekombinan yang dihasilkan dalam strain Inaba dari V. cholerae, serogrup O1. 

Vaksin kolera (oral) diindikasikan untuk wisatawan yang berkunjung ke daerah endemik atau epidemik, berdasarkan rekomendasi yang diberikan. Imunisasi harus sudah selesai sedikitnya 1 minggu sebelum potensi paparan. Tetapi, tidak ada persyaratan untuk vaksinasi kolera untuk perjalanan internasional. 

WHO tidak merekomendasikan pemberian vaksin kolera (injeksi) yang diinaktivasi karena hanya memberikan proteksi sampai dengan 50%. Imunisasi vaksin kolera tidak memberikan proteksi 100% dan semua wisatawan yang berkunjung ke negara yang ada kolera harus diperingatkan untuk memperhatikan makanan, air, dan kebersihan individu. 

Vaksin kolera adalah vaksin yang efektif untuk mencegah penyakit kolera. Vaksin ini 85% efektif selama enam bulan pertama, dan 50-60% efektif selama tahun pertama. Efektivitasnya berkurang hingga kurang dari 50% setelah dua tahun. Saat populasi telah divaksinasi dalam jumlah yang signifikan, maka keuntungan dari imunitas kelompok akan didapatkan oleh mereka yang tidak terimunisasi. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan penggunaan vaksin bersama dengan tindakan-tindakan lain untuk mereka yang memiliki risiko tinggi. Dua atau tiga dosis vaksin secara oral biasanya direkomendasikan. Jenis vaksin yang dapat disuntikkan tersedia di beberapa wilayah, namun ketersediannya terbatas. 

Dosis: 

dosis pertama, seperti dijelaskan pada label, biasanya 0,5 mL dengan cara injeksi subkutan dalam atau injeksi intramuskular; 
dosis kedua, setelah paling sedikit 1 minggu dan lebih baik 4 minggu, 1 mL; booster setiap 6 bulan bila terjadi pemaparan yang terus menerus; ANAK usia 1-5 tahun 0,1 mL, dosis kedua 0,3 mL, usia 5-10 tahun 0,3 mL, dosis kedua 0,5 mL.

0 Response to "Vaksin Pencegah Kolera"

Post a Comment

# Silahkan Tinggalkan Komentar Anda dengan Sopan
# Jangan Menyisipkan Link Aktif pada komentar
# Berikan masukan demi perkembangan blog ini.