Contoh Askeb Rest Plasenta

ASUHAN PADA NY.“K”DENGAN KASUS PERDARAHAN
POSTPARTUM KARENA REST PLASENTA
DI RSB ST. FATIMAH MAKASSAR
TANGGAL 20 – 21 JUNI 2013



No. Registrasi : 105 / 09
Tanggal Masuk RS : 20 Juni 2009 jam 09.00 wita
Tanggal Partus : 20 Juni 2009 jam 15.00 wita
Tanggal Pengkajian : 21 Juni 2009 jam 15.30 wita
LANGKAH I IDENTIFIKASI DATA DASAR
A. Identitas Istri / suami
Nama : Ny.”K” / Tn.”S”
Umur : 25 thn / 30 thn
Suku : Bugis / Makassar
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMP
Pekerjaan : IRT / Supir
Alamat : Jl. Urip Sumohardjo
Status dan lama menikah : 1 kali ± 7 tahun

B.Data Biologis / Fisiologis
1.Keluhan Utama : Perdarahan banyak lewat jalan lahir
2.Riwayat Keluhan utama :
a.Mulai timbulnya : Setelah melahirkan tanggal 20 Juni 2009 jam 15.00 wita.
b.Sifat keluhan menetap.
c.Lokasi keluhan : Jalan lahir
d.Factor predisposisi : Sisa plasenta
e.Keluhan yang menyertai : Pusing


3.Riwayat kesehatan lalu
a.Imunisasi yang diperoleh : TT boster
b.Tidak menderita penyakit
c.Tidak ada riwayat opname
d.Tidak riwayat operasi
e.Tidak ada riwayat trauma
f.Tidak ada riwayat alergi
g.Tidak ada riwayat ketergantungan terhadap sesuatu seperti obat.
4.Riwayat obstetri
a.Riwayat haid
1)Menarche : 13 tahun
2)Siklus : 28-30 hari
3)Lamanya : 6-7 hari
4)Perlangsungan : tidak ada nyeri
b.G.P.A : GIII PII AO

5.Riwayat Ginekologi

a.Tumor : tidak ada
b.Operasi ginekologi : tidak pernah
6.Riwayat KB
a.Pernah menjadi akseptor
b.Lamanya ber KB : 3 bulan berhenti karena tidak cocok
c.Jenis kontrasepsi : suntikan dengan pil KB
7.Riwayat persalinan sekarang
a.Kala I
Pembukaan lengkap : 14.45 wita
Lama kala I : 07.45 – 14.45 wita ( 7 jam )

b.Kala II
Bayi lahir pukul 15.00 wita secara spontan. JK : LK, BBL : 3200 gram, PBL : 50 cm, A/S : 8/10.
Lama kala II : 14.45-15.00 wita (15 menit)
c.Kala III
Lama kala III : 5 menit, tidak ada robekan jalan lahir
Perdarahan : ± 100 cc, kontraksi lemah teraba lembek, TFU setinggi pusat.
d.Kala IV
Plasenta lahir tidak lengkap ( jumlah kotiledon kurang ) dan selaput lengkap, perdarahan : ± 500 cc
Keadaan umum ibu lemah
8.Riwayat pola kegiatan sehari – hari
a.Nutrisi
1)Makan
Ibu makan 3 kali sehari berupa nasi, sayur-sayuran, ikan ayam, telur, dan buah-buahan.
2)Minum
Minum ± 8 gelas / hari
b.Istirahat
1)Tidur malam : 7-8 jam / hari
2)Tidur siang : ± 1 jam/ hari, kadang –kadang tidak tidur siang
c.Personal hygiene
1.Mandi 2 kali sehari dengan menggunakan sabun
2.Menggosok gigi 2 kali sehari menggunakan pasta gigi
3.Ganti pakaian setiap selesai mandi dan setiap pakaian terasa lembab
d.Eliminasi
1)BAK 4-5 kali sehari, warna kuning muda, bau pesing
2)BAB 1-2 kali sehari, warna kuning kecoklatan, konsistensi lunak
9.Pemeriksaan fisik
a.KU ibu baik, kesadaran komposmentis
b.Tanda-tanda vital :
TD : 120/80 mmHg
N : 80x/ menit
S : 36,8°c
P : 20x/ menit

c.Kepala dan rambut

Hitam tidak mudah rontok, dan bersih
d.Wajah
1)Ekspresi wajah meringis saat ada kontraksi
2)Tidak ada oedema
3)Konjungtiva merah muda dan sclera tidak ikterus
4)Bibir lembab
e.Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar limfe, dan vena jugularis
f.Payudara
1)Simetris kiri dan kanan
2)Putting terbentuk kiri dan kanan
3)Tidak ada massa dan nyeri tekan
4)ASI keluar bila putting dipencet
g.Abdomen
1)Tidak ada luka bekas operasi
2)Adanya striae albicans
3)TFU : setinggi pusat
4)Kontraksi uterus : lemah teraba lembek
5)Kandung kemih : kosong
h.Vulva dan vagina
1)Vulva bersih
2)Tidak ada edema dan varises.
3)Tidak ada luka perineum.
4)Pengeluaran lokhia rubra.
i.ekstremitas
Tidak oedema dan varises
C.Data Psikologis
1.Ekspresi wajah terlihat cemas
2.Adaptasi pskologisnya : Ibu dapat beradaptasi dengan lingkungan
3.Harapan klien dan keluarga : Ingin cepat sembuh
4.Pola interaksi dengan orang lain : baik
5.Reaksi penerimaan dengan anak : baik
D.Data social
1.Hubungan dengan suami rukun
2.Hubungan dengan anak-anak : Penuh dengan kebencian
3.Hubungan dengan tetangga dan keluarga : baik
4.Pengetahuan ibu tentang perdarahan yang dialami : ibu belum mengerti tentang perdarahan yang dialami

LANGKAH II MERUMUSKAN DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL

1.Perdarahan
Data Subjektif :
a.Perdarahan terus menerus dan banyak setelah melahirkan tanggal 20 juni 2009 jam 15.00 wita.
Data Objektif :
a.Nierbekken penuh dengan darah ( ± 500 cc)
b. TD : 120/80 mmHg
N : 80x/ menit
S : 36,8°c
P : 20x/ menit
c.Tidak ada robekan jalan lahir
Analisis dan interpretasi data
•Perdarahan post partum adalah perdarahan dalam kala IV yang lebih dari 500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir.
•Menurut waktu terjadinya perdarahan post partum di bagi atas dua bagian:
a.Perdarahan post partum primer (early postpartum hemorrhage) yang terjadi dalam 24 jam setelah anak lahir.
b.Perdarahan postpartum sekunder (late postpartum hemorrhage) yang terjadi setelah 24 jam, biasanya antara hari ke 5 sampai ke 15 post partum.
2.Rest plasenta
Data Subjektif :
a.Perdarahan terus menerus dan banyak setelah melahirkan tanggal 20 juni 2009 jam 15.00 wita.
b.Mengeluh nyeri perut bagian bawah yang dirasakan setelah melahirkan.
c.Merasa lemah dan pusing.
Data Objektif :
a.Pada pemeriksaan fetal dan maternal plasenta, jumlah kotiledon tidak lengkap.
b.Total perdarahan ( kala II + kala III ) : ± 700 cc
c.Kontraksi lemah teraba lembek
d.TFU : setinggi pusat
Analisis dan Interpretasi Data
•Rest Placenta (sisa placenta) adalah tertinggalnya bagian placenta dalam rongga rahim yang dapat menimbulkan perdarahan postpartum dini (early postpartum hemorrhage) atau perdarahan postpartum lambat (late postpartum hemorrhage) yang biasanya terjadi dalam 6-10 hari pasca persalinan. (www.google.com ;alhamsyah blog RSS feed.referat:retensio placenta.artikel)
•Sisa placenta (rest placenta) adalah suatu bagian dari placenta, satu atau lebih lobus tertinggal, yang mengakibatkan uterus tidak berkontraksi secara efektif. (Buku Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, hal-M-31).
•Kontraksi uterus yang tidak efektif menyebabkan tinggi fundus uteri tidak mengalami penurunan.
3.Kecemasan
Data subjektif :
a.Ibu merasa cemas
Data objektif :
a.Ekspresi wajah ibu Nampak tegang
b.Ibu sering menayakan keadaannya
Analisa dan interpretasi data dasar
•Kurangnya pengetahuan tentang keadaan yang diderita ibu, sehingga menimbulkan kecemasan.

LANGKAH III IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadinya infeksi pada uterus
Data subjektif :
Perdarahan terus menerus dan banyak setelah melahirkan tanggal 20 juni 2009 jam 15.00 wita.
Data objektif :
a.Pada pemeriksaan fetal dan maternal plasenta, jumlah kotiledon tidak lengkap.
Analisa dan interpretasi data
•Terdapatnya sisa plasenta dalam uterus merupakan tempat yang baik untuk perkembangbiakan mikroorganisme dan masuknya jenis – jenis kuman yang pathogen dalam tubuh.

LANGKAH IV TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI
Kolaborasi dengan Dokter untuk pemberian antibiotika dan tindakan kuretase.

LANGKAH V RENCANA TINDAKAN
A.Tujuan :
a.Perdarahan dapat diatasi
b.Rest plasenta dapat diatasi
c.Kecemasan ibu berkurang
d.Tidak terjadi infeksi pada uterus
B.Kriteria :
a.Perdarahan < 500 cc. b.TTV dalam batas normal: •Tekanan darah : Sistolok : 100-140 mmHg Diastolic: 60-90 mmHg •Nadi : 60-90 kali/menit •Suhu : 36,5-37,5o C •Pernapasan : 16-24 kali/menit c.Bagian plasenta yang tertinggal di dalam uterus dapat dikeluarkan d.Kontraksi uterus baik teraba bundar dan keras e.Ibu tenang dan telah mengetahui keadaannya f.Tanda – tanda infeksi pada uterus tidak terjadi diantraranya •Lokia tidak berbau •TFU turun kurang lebih 1 jari ( 1 cm ) setiap hari •Suhu maksimal 370C C.Rencana tindakan a.Jelaskan pada ibu mengenai keadaanya dan tindakan yang akan dilakukan Rasional : Dengan penjelasan tersebut ibu dapat mengetahui keadaannya dan dapat bekerja sama yang baik dengan petugas selama pemeriksaan berlangsung. b.Beri dukungan psikologis pada ibu untuk tetap sabar menjalani pemeriksaannya Rasional : Dengan dukungan psikologis diharapkan rasa cemas ibu dapat cepat berkurang dan ibu lebih semangat menjalani pemeriksaan. c.Observasi tanda-tanda vital setiap 15 menit, TFU setiap hari dan lokhia setiap hari. Rasional : Dengan mengobservasi tanda-tanda vital, TFU dan lokhia dapat membantu untuk mengetahui adanya tanda-tanda infeksi. d.Penatalaksanaan pemberian antibiotic sesuai resep dokter ( Ampisilin dosis awal 1 g IV dilanjutkan dengan 3x1 g oral dikombinasi dengan metronidazol 1 g supositoria dilanjutkan3 x 500 mg oral) Rasional : Antibiotika sebagai profilaksis untuk mecegah infeksi dan dapat membunuh kuman serta mencegah menyebarnya kuman menjadi luas. e.Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan kuretase Rasional : Tindakan evakuasi sisa plasenta kuretase dilakukan bila serviks hanya dapat dilalui instrument. Tindakan ini merupakan wewenang dokter. f.LANGKAH VI IMPLEMENTASI Tanggal 20 juni 2009 jam 16.00 wita 1.Menjelaskan pada ibu mengenai keadaannya dan tindakan yang akan dilakukan; ibu mengerti dengan apa yang dijelaskan. 2.Memberikan dukungan psikologis pada ibu untuk tetap sabar menjalani pemeriksaanya. 3.Mengobservasi tanda-tanda vital tiap 15 menit, TFU dan lokhia •TD : 90 / 60 mmHg •Nadi : 76 x/menit •Suhu : 37oC •Pernafasan: 24 x/menit •TFU setinggi pusat •Lokhia tidak berbau 4.Penatalaksanaan pemberian antibiotic sesuai resep dokter ( Ampisilin dosis awal 1 g IV dilanjutkan dengan 3x1 g oral dikombinasi dengan metronidazol 1 g supositoria dilanjutkan3 x 500 mg oral) 5.Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan kuretase LANGKAH VII EVALUASI Tanggal 20 Juni 2009 jam 16.30 wita 1.Perdarahan belum teratasi ditandai dengan perdarahan > 500 cc
2.Kecemasan belum teratasi ditandai dengan :
a.Ibu masih sering bertanya tentang keadaannya
b.Ekspresi wajah masih tampak cemas
3.Tidak ada tanda-tanda infeksi
a.Ibu tidak demam.
b.Lokhia tidak berbau.


0 Response to "Contoh Askeb Rest Plasenta"

Post a Comment

# Silahkan Tinggalkan Komentar Anda dengan Sopan
# Jangan Menyisipkan Link Aktif pada komentar
# Berikan masukan demi perkembangan blog ini.