MAKALAH " KEAMANAN BAYI "

                                                                                   
TUGAS MAKALAH
ASKEB NEONATUS,BAYI DAN BALITA

“KEAMANAN BAYI”


KELOMPOK VI

         ANDI ASWINDA                               PO.71.3.211.12.1.007
         AGUSTINA                                        PO.71.3.211.12.1.005
         NINDYA TARRA.J                             PO.71.3.211.12.1.031




POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR JURUSAN KEBIDANAN
TAHUN AJARAN 2013/2014

KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Esa karena dengan karuniaNya, kami dapat menyelesaikan tugas “Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita mengenai Keamanan” untuk mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan.
Tugas ini dimaksudkan sebagai tuntunan belajar bagi mahasiswa di insitusi pendidikan kesehatan khususnya bidang kebidanan. Semoga dengan adanya tugas ini bisa memberi banyak pengetahuan bagi pembaca khususnya bagi penulis sendiri.
          Kami menyadari keterbatasan dalam menyusun tugas ini. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak.
Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak hingga tugas ini dapat selesai.








Makassar,   12 MARET 2014


                                                                                                                                          Penulis





                                                        
Daftar Isi

Kata Pengantar ...................................................................................          i
Daftar Isi ................................................................................................          ii
Bab I Pendahuluan ............................................................................         
A.   Latar belakang..........................................................................         1
Bab II Pembahasan
            A.     Jaga Keamanan Bayi ...........................................................          2
            B.     Tips Aman Menggendong Bayi Sesuai Usianya ............          6
Bab III Penutup
      A.Kesimpulan ................................................................................          8
Daftar Pustaka .....................................................................................          9










BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Semua orang tua tentu sangat memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan bagi sang buah hatinya, dalam hal apapun termasuk ketika sang buah hati sedang tidur. Bagi bayi, keamanan dan keselamatan merupakan hal yang sangat penting. Banyak kasus kematian bayi yang terjadi secara mendadak atau biasa dikenal dengan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) terjadi salah satunya karena kurang diperhatikannya aspek keselamatan bayi ketika ia tidur. Kasus SIDS biasanya terjadi pada bayi yang berusia dibawah enam bulan. Seiring dengan semakin tingginya kesadaran orang tua akan kasus-kasus yang tidak diinginkan semacam SIDS tersebut, maka orang tua semakin paham akan pentingnya aspek keselamatan dan keamanan bagi bayi ketika sang bayi tertidur pulas.
                         
BAB II
PEMBAHASAN

A.   JAGA KEAMANAN BAYI

Sebagian orang menganggap sepele tentang keamanan bayi karena dibawah 6 bulan bayi belum terlalu banyak bergerak. Namun Jangan pernah diabaikan. Kecelakaan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun.  
  • Jangan merokok di dekat bayi di dalam atau luar rumah. Bayi yang menjadi perokok pasif akan lebih mudah menderita pneumonia, bronchitis, penyakit paru-paru lainnya, infeksi telinga dan gejala-gejala awal asma .
  • Usahakan bayi selalu berada dalam pengawasan ayah bunda meskipun dia sedang tertidur nyenyak di tempat tidurnya.
  • Selalu awasi dan pegangi bayi ketika berada di ketinggian, misalnya ketika sedang duduk di kursi makan, sedang mengganti popok atau sedang diletakkan di atas tempat tidur karena bisa saja bayi berguling dan terjatuh.
  • Jangan dudukkan bayi di car seat yang diletakkan di atas meja atau tempat yang tinggi dari permukaan. Car seat itu bisa secara tidak sengaja jatuh karena senggolan.    
  • Jangan menggoncang-goncang tubuh mungil bayi atau melemparkan ke atas dengan maksud bercanda. Baby syndrome yang berupa kerusakan serius pada otak bahkan kematian bisa mengancam.
  • Untuk menghindari resiko tercekik, hindari memakaikan rantai atau tali lebih dari 15 cm pada pakaian bayi, mainan atau barang-barang miliknya. Perhatikan juga agar pakaian bayi terjahit rapi dan tidak meninggalkan sisa benang. Jangan tinggalkan benda-benda sejenis tali ataupun kalung dalam jangkauan bayi.
                                                                                                                                                                   
  • Jauhkan kabel telepon, kabel listrik ataupun tali tirai gorden dan sejenisnya dari tempat tidur maupun tempat mengganti popoknya agar bayi tidak bisa menjangkaunya.
  • Letakkan selalu bayi dalam posisi terlentang ketika tidur, meskipun itu hanya tidur siang. Tidur terngkurang bisa beresiko kematian mendadak pada bayi atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).
  • Jangan letakkan bayi dekat dengan jendela terbuka meskipun hanya sejenak, apalagi dengan jendela luar. Bahaya terjatuh atau diculik mengancam.
  • Jangan pernah tinggalkan bayi sendirian tanpa pengawasan. Kebakaran atau kecelakaan lainnya bisa saja terjadi dalam hitungan detik. Hindari juga meninggalkan bayi sendirian di dalam kamar dengan hewan peliharaan meskipun tampaknya jinak.
  • Sangat berbahaya meninggalkan bayi sendirian di dalam mobil meski hanya sesaat. Mobil menyala saat berhenti atau dalam keadaan panas bisa membuat sirkulasi oksigen di dalam mobil berkurang.
  • Jangan tinggalkan bayi sendirian di bak mandinya. Bisa beresiko tenggelam atau tersedak air. Abaikan bunyi handphone atau bel pintu jika sedang memandikan bayi.
  • Pilihlah mainan untuk bayi sesuai dengan usianya. Jangan memilih mainan yang terdapat elemen-elemen kecil yang memungkinkan bayi untuk memakannya. Selalu perhatikan petunjuk usia dan cara penggunaan dalam memilih mainan untuk bayi.
  • Jika memberikan susu dengan botol, jangan lepaskan pengawasan. Selalu pegangi botol susunya dan usahakan letak kepala bayi lebih tinggi dari perutnya jika tidak ingin beresiko tersedak atau muntah.

                                                                                                                                                                   
Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan bayi ketika tidur adalah :
  1. Tidurkan bayi dalam posisi terlentang. Menurut beberapa sumber, posisi tidur terlentang bagi bayi sejauh ini bisa menurunkan resiko terjadinya kasus SIDS sebesar 50 %. Apabila bayi berguling dan tertidur dalam posisi tengkurap, balikkan badan bayi agar ia tetap tidur terlentang. Untuk itu, Anda harus sering-sering mengawasi dan memperhatikan hal ini ketika bayi Anda sedang tidur. Meskipun demikian, tentunya Anda juga harus memperhatikan dan mengutamakan aspek kenyamanan bagi bayi. Biarkan ia tidur dalam posisi yang paling nyaman untuknya. Namun, ada beberapa kasus dimana bayi sebaiknya ditidurkan dalam posisi tengkurap (tentunya tengkurap yang aman). Misalnya pada kasus bayi yang lahir premature, bayi dengan rahang kecil, bayi dengan produksi lendir yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, dan kelainan struktur tubuh lainnya yang mengharuskan bayi Anda untuk tidur tengkurap. Untuk kasus-kasus tersebut dokter biasanya akan menyarankan agar bayi tidur dalam posisi tengkurap namun tetap diawasi dan diperhatikan aspek keselamatannya.
  2. Gunakan pakaian yang nyaman ketika bayi tidur
    Biarkan kepala bayi terbuka, jangan menggunakan topi atau penutup kepala ketika ia tertidur. Menutup kepala bayi ketika tidur dapat membuat bayi kepanasan. Selain itu, pastikan juga untuk tidak menggunakan selimut tebal pada badan bayi (membedong juga tidak dianjurkan). Sebaiknya gunakan pakaian yang pas untuk bayi, artinya pakaian yang tidak terlalu sempit atau terlalu longgar, dan tidak membuatnya kedinginan atau kepanasan. Hal tersebut tentunya juga harus disesuaikan dengan suhu dan cuaca ketika bayi sedang tertidur.
                                                                                                                                                                   
  1. Untuk bahan pakaian yang dikenakan bayi, pilihlah bahan pakaian yang nyaman dan tidak membuatnya kepanasan. Anda bisa memilih bahan dari katun karena lebih mudah mengalirkan udara sekitar tubuh dengan bebas.
  2. Perhatikan suhu ruangan ketika bayi tidur. Untuk poin ini, selain menerapkan aturan berpakaian yang benar seperti yang telah disebutkan di atas, Anda juga harus memperhatikan suhu kamar ruangan sekitar bayi tidur. Bila suhu ruangan di kamar tidur bayi terasa amat panas, tidak ada salahnya menyalakan AC (suhu yang pas sekitar 20-21oC). Bila suhu atau cuaca sedang dingin, Anda diperbolehkan untuk menambahkan satu lapis pakaian di badan bayi Anda. Bila Anda memiliki alat pemanas ruangan, jangan pernah menaruh bayi didekat alat pemanas ruangan ketika tidur, karena bayi akan kepanasan. Sebaliknya, jangan juga menaruh bayi di dekat jendela ketika tidur, karena bayi bisa kedinginan. Anda bisa mengecek apakah bayi kepanasan atau kedinginan dengan meraba bagian belakang leher, atau kepala. Tanda bayi kepanasan adalah berkeringat, kulit terasa panas, rambut basah, bernafas dengan cepat, gelisah dan terkadang demam.
                                                                                                                                                                     
B.   TIPS AMAN CARA MENGENDONG BAYI SESUAI USIANYA

Tips aman menggendong bayi sesuai usia akan menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk diketahui bagi semua orangtua. Menggendong adalah salah satu cara yang paling efektif yang perlu orangtua lakukan untuk mempererat ikatan batin antara orangtua dan anak. Agar dapat memperoleh hasil yang optimal, maka kita sebagai orangtua perlu mengetahui cara-cara yang tepat untuk menggendong anak kita, terutama bayi, sesuai usianya. Dalam hal ini, menggendong bayi perlu dikategorikan menurut usia bayi itu sendiri karena bayi mempunyai kemampuan dan kebutuhannya sendiri berdasarkan usianya. Jika kita dapat melakukan hal yang sangat dasar ini dengan baik dan benar, maka kita akan dapat memperoleh hasil yang optimal serta kita juga akan mampu mengurangi resiko-resiko yang tidak kita inginkan hanya karena kita salah menggendong bayi kita.
Ada beberapa fase usia yang harus kita perhatikan saat kita akan menggendong bayi. Fase-fase usia ini dianggap penting untuk kita ketahui karena pada fase-fase inilah bayi masih berada pada masa rawannya. Maka dari itu,tips aman menggendong bayi sesuai usia dapat dibedakan menjadi:
  • Usia 0-3 bulan. Pada fase ini, tulang bayi masih sangat lemah. Maka posisi gendongan yang terbaik adalah dengan membaringkannya di lengan kita. Satu lipatan siku kita untuk menopang leher dan kepalanya sementara tangan yang lain untuk menopang punggung dan pantatnya.             
  • Usia 4 bulan. Posisi menggendong pada fase ini hampir sama dengan fase sebelumnya, hanya saja pada fase ini bayi dapat sesekali didudukkan pada pangkuan kita dengan kepalanya bersandar di dada kita dan menghadap ke depan.
  • Usia 5 bulan. Bayi yang berusia 5 bulan pada umumnya sudah mampu menopang kepalanya sendiri sehingga kita bisa menggendongnya di pinggang kita dengan kaki bayi melingkar di pinggul kita cukup kita topang hanya dengan satu tangan.
  • Usia 6 bulan. Menggendong di punggung sudah dapat dilakukan pada usia ini karena bayi sudah mulai sempurna dalam menopang kepalanya sendiri.
Fase-fase tersebut di atas sangat penting untuk kita ketahui agar kita dapat meminimalisr resiko-resiko seperti terkilir atau patah tulang pada bayi saat kita menggendongnya. Dengan demikian, kita dapat selalu memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi kita sehingga ikatan batin kita dan bayi kita pun juga semakin erat.Yang terpenting dalam menggendong bayi adalah kita sebaiknya tidak mendekapnya terlalu erat agar bayi selalu merasa nyaman. Selain itu, kita juga harus sebisa mungkin menghindari goncangan yang terlalu keras saat menggendong atau menimang bayi karena akan berakibat fatal bagi otaknya.

BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Bagi bayi, keamanan dan keselamatan merupakan hal yang sangat penting. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjaga keamanan bayi adalah dengan tetap menjaganya, jangan sekalipun meninggalkan bayi tanpa ada yang menunggu. Selain itu juga perlu dihindari untuk memberikan apapun ke mulut bayi selain ASI, karena bayi bisa tersedak dan jangan menggunakan penghangat di tempat tidur bayi.

DAFTAR PUSTAKA

http://asuhan-neonatus.blogspot.com/p/keamanan.html
http://bidanku.com/index.php?/tips-aman-menggendong-bayi-sesuai-usianya#ixzz2egG7Tkev
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Bayi/tips/jaga.keamanan.bayi/001/005/1314/1

0 Response to "MAKALAH " KEAMANAN BAYI ""

Post a Comment

# Silahkan Tinggalkan Komentar Anda dengan Sopan
# Jangan Menyisipkan Link Aktif pada komentar
# Berikan masukan demi perkembangan blog ini.