ASUHAN KEPERAWATAN KERACUNAN



ASUHAN KEPERAWATAN

1.     Dasar data pengkajian
·       Aktifitas istirahat
Gejala :  Insomnia, kelelahan.
Tanda : Dispnea karena kerja, kelelahan, dan kelemahan. Nadi atau tekanan darah abnormal sebagai respons terhadap aktifitas. 
·       Sirkulasi 
Gejala: Riwayat adanya infark miokard akut, gagal jantung kongestif. Perubahan pada frekuensi atau irama jantung.
Tanda :  Nadi lambat berat ( meningkatkan )          derajat blok AV. Perubahan karakteristik EKG, disritmia: sering denyut prematur, bigemini ventrikilar, AT.
·       Integritas Ego
Gejala  :  Perasaan tak berdaya atau tak ada harapan.
Tanda : Gelisah, mudah terangsang, agitasi, bingung, depresi, delirium, psikosis (dengan kadar serum tinggi).
·       Eliminasi
Gejala : Penggunaan diuretik dan diare.
Tanda  : Penurunan haluaran urine dan udema dependen.
·       Makanan/cairan
Gejala : Hilang napsu makan, mual, muntah, pembatasan diet yang mempengaruhi keseimbanngan elektrolit, perubahan berat badan dan penggunaan diuretik.
Tanda : Perubahan berat badan, penurunan massa otot, lemak subkutan. Tanda gangguan keseimbangan cairan ( kelebihan atau defisit).
·       Neurosensori
Gejala : Gangguan penglihatan, contoh penglihatan ganda, penglihatan kabur, sinar kelap- kelip. Kecendrungan warna kuning/ hijau pada penglihatan, titik berwarna.vertigo, berdenyut, aktifitas kejang, sakit kepala.
Tanda : Disorientasi, gelisah, peka rangsang, bingung, agitasi/perilaku menyerang. Bicara tak jelas, halusinasi, psikosis, kejang.
·       Nyeri/ ketidaknyamanan
Gejala : nyeri dada atau abdomen,
Tanda : perilaku berhati – hati/distraksi. Fokus pada diri sendiri. Respon otomatis ( perubahan pada tanda vital ).
·       Keamanan
Tanda  : kelemahan otot dan gangguan penglihatan.
·       Penyuluhan dan pembelajaran


2.    Diagnosa keperawatan

1.        Curah jantung menurun berhubungan dengan gangguan kontraktilitas miokard.
2.       Kekurangan/kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan protein plasma.
3.       Gangguan proses pikir berhubungan dengan efek psikologis toksisitas.
4.       Kurang pengetahuanaa( kebutuhan belajar ) berhubungan dengan kurang informasi /kesalahan persepsi.

3.    Intervensi keperawatan
1.        Curah jantung menurun berhubungan dengan gangguan kontraktilitas miokard.
·       kaji/ pantau tekanan darah.
Ras:  disritmia dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan hipoksia jaringan, yang dapat memperburuk toksisitas.
·       Palpasi nadi radial, catat frekuensi dan keteraturan. Auskultasi nadi apical, catat frekuensi/ irama dan adanya bunyi jantung ekstra.
Ras  :    Nadi atau frekuensi jantungcepat tidakn teratur atauterlalu lama dapat menuknjukkkan toksisitas. Bunyi jantung ekstra ( contoh S3) umum pada adanyagagal jantung kongestif.
·       Pantau/catat irama jantung.
Ras  :  Distritmia dapat terjadi, termasuk beberapa yang mengancam hidup, PVC umum dengan kemungkinan irama bigeminal atau trigeminal.
·       Selidiki perubahan sensori dan perilaku. Contoh, bingung gelisah, agitasi dan delirium.
Ras  :Meskipun gangguan psikis dapat ditimbulkan oleh penurunan curah jantung, efek obat atau ketidakseimbangan elektrolit, gangguan ini data menunjukkan terjadinya patologi yang tidak berhubungan dengan toksisitas / ketidak seimbangan elektrolit.
·       Catat adanya gejala gastrointestinal contoh, muntah, diare, ketidaknyamanan abdomen,
Ras: Dapat merupakan efek toksisitas  langsungatau menunjukkan gangguan elektrolit atau curah jantung/perfusi obat.
·       Pantau pemeriksaan laboratorium. Contoh.BUN, kreatinin, pemeriksaan fungsi hati.
Ras : Kadar kalium, kalsium, atau magnesium abnormal meningkatkan sensitifitas jantung dan gangguan pada ginjal.
·       Berikan kalium atau kalsium, dan magnesium sesuai indikasi.
Ras  : Mengembalikan elektrolit pada keadaan normal untuk memperbaiki berbagai distritmia.
2.       Kekurangan/kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan protein plasma.
·       Pantau ppemasukan dan pengeluaran. Hitung keseimbangan cairan, catat kehilangan tak kasat mata. Timbang berat badan sesuai indikasi.
Ras  : Evaluator langsung status cairan. Perubahan tiba-tiba pada berat badan dicurigai kehilangan atau retensi cairan.
·       Evaluasi turgor kulit, kelembaban membrane mukosa, adanya udema dependen/umum.
Ras: Indikator langsung status cairan/perbaikan ketidakseimbangan.
·       Pantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan). Auskultasi bunyi napas, catat adanya  krekels.
Ras :  Kekuranaga cairan mungkin dimanifestasikan oleh hipotensi dan takikardi, karena jantung mencoba untuk mempertahankan curah jantung. Kelebihan cairan atau terjadinya gagak mungkin dimanifestasikan oleh hipertensi, takikardia, takipnea, krekels, ditress pernapasan.
·       Anjurkan pasien makan dan minum sesuai indikasi.
Ras :  Dapat menurunkan terjadinya muntah bila mual.
·       Berikan cairan intravena.
Ras : Cairan dibutuhkan untuk mencegah dehidrasi.
·       Pemberian antiemetic
Ras : Dapat membantu menurunkan mual muntah, meningkatkan pemasukan cairan atau makanan.
3.       Gangguan proses pikir berhubungan dengan efek psikologis toksisitas.
·       Kaji/ selidiki perubahan mental/ sensori. Bicara pada anggota keluarga tentang mental pasien biasanya.
Ras : Pasien lansia mungkin telah mempunyai masalah mental sehubungan dengan usia, gangguan vascular serebral dan atau gagal system multiple pada tambahan toksisitas digoksin. Informasi dari keluarga masalah ental biasanya membantupamahaman kemajuan pasien pada perbaikan status toksik.
·       Berikan dukungan emosi pada pasien / orang terdekat. Diskusikan perubahan yang ada. Sementara pada mental.
Ras : Memberikan keyakinan dan menurunkan tingkat takut pada situasi penuh stress.
·       Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi.
Ras : Mungkin membantu dalam memeperbaiki tingkat mental /proses piker, khususnya pada adanya penyakit jangung berat . keridak seimbanagn asam-basa.
4.       Kurang pengetahuanaa( kebutuhan belajar ) berhubungan dengan kurang informasi /kesalahan persepsi.
·       Anjurkan pasien untuk tidak mengubah dosis untuk alasan apapun, tidak untuk mengabaikan dosis, untuk tidak meningkatkan dosis atau mengambil dosis ekstra dan untuk menghubungi dokter bila satu dosis diabaikan.
Ras : Gangguan pada program obat dapat menurunkan efek terapeutik akibat toksisitas dan menyebabkan komplikasi.
·       Berikan informasi dan nyatakan pasien/ orang terdekat secara erbal pemahaman tanda atau gejala toksik untuk melaporkan pada dokter.
Ras :  Mual muntah, diare, cenderung tidur tak biasanya, bingung, nadi sangat lambat atau sangat cepat tidak teratur.
·       Berikan instruksi tertulis dirumah. Libatkan prang terdekat dalam pendidikan.
Ras : Kartu penyuluhan pasien menyebutkan kenyataan penting dalam cetakan yang dapat dibaca dan istilah sederhana yang dapat meminimalkan kesalahan interpretasi dan dapat meningkatkan kerjasama dengan aturan pengobatan..

0 Response to "ASUHAN KEPERAWATAN KERACUNAN"

Post a Comment

# Silahkan Tinggalkan Komentar Anda dengan Sopan
# Jangan Menyisipkan Link Aktif pada komentar
# Berikan masukan demi perkembangan blog ini.